Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menengok Ganasnya Revolusi AI di China

AI semakin menggantikan peran manusia di pasar kerja China, didukung kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi AI dan robotika. Sejumlah pekerja, seperti Fei Zhaojun dan rekan-rekannya yang berjumlah sekitar 160 orang, kehilangan pekerjaan akibat penggunaan AI. Menurut analis Shujing He dari firma riset Plenum, sentimen anti-AI di China relatif rendah, dan banyak yang positif atau netral terhadap AI. Individu yang khawatir kehilangan pekerjaan cenderung bersemangat bereksperimen dengan bisnis berbasis AI.

Adopsi AI di China meningkat pesat. Menurut IDC, persentase perusahaan industri China yang menggunakan model dan agen AI mencapai 47,5% pada 2024, melonjak dari 9,6% pada 2023. Robot humanoid kini digunakan di pusat logistik untuk menyortir paket, mengatur lalu lintas, dan membuat kopi. AI generatif juga membantu produksi dan distribusi drama pendek, menyebabkan penurunan 75% dalam jumlah serial video aksi nyata vertikal pada kuartal pertama 2024.

AI juga memengaruhi pekerjaan kreatif. Du Qinchun, penerjemah paruh waktu, kini melatih model AI untuk penerjemahan, namun upahnya berkurang drastis. Wang Zhicheng, mantan penulis naskah, mengundurkan diri dan membuka studio sendiri setelah setengah dari rekan-rekannya dipecat. Meski AI dapat mempercepat pekerjaan, hasilnya sering terasa aneh dan berulang. Laporan ILO menunjukkan perempuan lebih rentan kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi karena banyak bekerja di sektor yang mudah digantikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait