Senjata Baru China Super Canggih, Dunia Bersiap Hadapi Petaka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peretas yang diduga terafiliasi dengan pemerintah China semakin mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas serangan siber global. Laporan TeamT5 dari Taiwan menunjukkan intensitas serangan lebih dari dua kali lipat setelah para peretas mengintegrasikan model AI sumber terbuka seperti DeepSeek ke dalam taktik mereka. DeepSeek menjadi favorit karena biaya operasional rendah dan sistem keamanan yang longgar, berbeda dengan model AI Barat yang lebih ketat. Beberapa kelompok seperti Grimfengxi, Huapi, dan Teleboyi diketahui memanfaatkan DeepSeek untuk merancang eksploitasi, meretas email, hingga memetakan jaringan target. Di sisi lain, para peretas juga mencoba mengakali AI besar seperti ChatGPT dan Claude Code untuk membuat malware dan menembus jaringan internal perusahaan asing. OpenAI dan Anthropic menyatakan komitmen mereka untuk mencegah penyalahgunaan model AI dalam serangan siber ilegal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 08.11
China Perketat Aturan Perbatasan, Warga Taiwan Terancam Dilarang Keluar
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.50
Awas AI Dapat Bantu Teroris Bikin Bom dan Senjata Biologis
Berita terkait
China Kerahkan 'Robocop' ke Jalan, Bisa Tegur Pengendara Bandel
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.15
DeepSeek dan Alibaba Buka Akses Model AI, Persaingan Makin Ketat
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 14.30
Model AI China Kuasai Dunia, Ini 5 Daftar AI Paling Populer
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 15.30
Gebrakan Baru China Bisa Bikin Amerika Makin Ditinggalkan
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 07.45