Mengolah 1,96 Ton Limbah Organik per Bulan dengan Sistem Hugelkultur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor menghasilkan sekitar 65,4 kg limbah organik setiap hari atau 1,96 ton per bulan dari pemangkasan pohon dan pembersihan taman. Limbah berupa kayu lapuk, ranting, daun kering, dan bahan taman lainnya diolah menggunakan sistem Hugelkultur, teknik asal Jerman yang berarti “kebun gundukan”. Metode ini meniru proses alami di hutan dengan menyusun bahan organik berlapis, kemudian menutupnya dengan tanah dan menyiramkan bioaktivator untuk mempercepat penguraian.
Bedengan berukuran 1 x 0,5 x 0,5 meter tersebut terdiri atas kayu lapuk 88,25 kg, ranting 21,5 kg, daun kering 10 kg, daun kipahit 30 kg, arang 5 kg, kompos 32 kg, serta tanah 60 kg. Kayu berfungsi menyimpan air, sehingga kelembapan media relatif stabil dengan rata-rata 7,95 dari skala 10. Nilai pH tanah juga meningkat menuju kondisi netral, dengan rata-rata 5,37, seiring aktivitas mikroba pengurai. Penerapan ini mengurangi kebutuhan pembakaran limbah, mendukung konsep Green Campus dan circular economy, serta menghasilkan media untuk menanam sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias. Metode tersebut dinilai mudah ditiru di rumah maupun area urban farming.
Bagikan
Berita terkait
Tim Ekspedisi Patriot Unpad Revitalisasi Perpustakaan 6 Sekolah di Papua
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 22.21
Urban Farming di Bawah Naungan Becakayu: Beton di Atas, Hijau di Bawah
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.47
Urban Farming, Sebuah Inspirasi Kaum Tani Kota di Metropolitan Jakarta
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.31
PNM Sulap Lorong Kota Menjadi Sumber Pangan Lewat Program Agro Urban Madani
JawaPos · 22 September 2026 pukul 15.45