Meta Akui Algoritma AI Bikin Pengguna Makin Betah di Instagram
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Meta secara terbuka mengakui bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempersonalisasi feed Instagram menjadi motor utama lonjakan waktu pengguna di platform tersebut. Dalam laporan keuangan kuartal kedua (Q2) 2026, Meta mengungkapkan bahwa pembaruan sistem peringkat Reels terbaru berhasil meningkatkan sesi penggunaan Instagram sebesar 15 poin persentase. Algoritma AI ini dirancang untuk melacak jenis video yang disukai audiens dan merekomendasikan konten serupa agar pengguna tetap terlibat lebih lama. Akibatnya, lebih dari 50% konten yang direkomendasikan di feed pengguna kini berusia kurang dari satu hari, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Meta juga mulai menggunakan model bahasa besar terbaru bernama "Muse" untuk mengklasifikasikan konten berdasarkan topik dan nuansa dengan lebih akurat.
Meskipun berhasil meningkatkan keterlibatan pengguna, Meta kini menghadapi berbagai tuntutan hukum. Perusahaan dituntut oleh 40 negara bagian di Amerika Serikat atas tuduhan sengaja merancang sistem rekomendasi algoritmik untuk membuat remaja dan orang muda kecanduan. Gugatan ini mengklaim bahwa manajemen Meta mengabaikan peringatan dari studi internal yang menunjukkan bahwa Instagram dapat membahayakan kesehatan mental remaja, demi meraup keuntungan komersial. Tuduhan ini mencakup pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen dan pemicu krisis kesehatan mental remaja akibat konsumsi durasi layar berlebihan.
Bagikan
Berita terkait
Fitur Baru Ini Segera Rilis di Instagram, Sudah Ada di WhatsApp Duluan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.03
Ditawari Rp 471 Miliar, Ibu-Anak Petani Malah Usir Raksasa AI
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.30
WhatsApp Resmi Luncurkan Meta Business Agent Untuk Pelaku Bisnis di Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
Logo Teks Instagram Diperbarui untuk Pertama Kalinya dalam 1 Dekade
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 17.16