Mobil Listrik Digenjot Sampai Bebas Pajak, Listriknya Tidak Cukup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nigeria membebaskan pajak kendaraan listrik (EV) sebesar 5% untuk 0% pada paruh pertama 2024, sebagian dari program transisi transportasi hijau. Pemerintah menargetkan 60% porsi EV dari total kendaraan di jalan pada 2050, meski populasi EV saat ini masih di bawah 1%. Kebijakan ini sejalan dengan lonjakan minat pasca-pencabutan subsidi bensin pada 2023.
Namun, adopsi EV dihadapkan pada krisis pasokan listrik. Dengan kapasitas jaringan hanya 4.000 MW untuk lebih dari 200 juta penduduk, banyak stasiun pengisian dan pengusaha bergantung pada genset diesel. Hingga akhir 2025, hanya 48 stasiun pengisian umum tersedia, mayoritas di Lagos dan Abuja, jauh di bawah Afrika Selatan yang memiliki lebih dari 500 titik.
Akibatnya, konsumen beralih ke teknologi Extended-Range EV (EREV) dan hybrid. Pabrikan asal China seperti BYD dan Geely memperkuat penawaran model hibrida. Startup mobilitas lokal seperti MAX dan Spiro mengembangkan jaringan penukaran baterai untuk mengurangi ketergantungan pada listrik negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.07
Prabowo Bakal Setop Pembangkit Listrik Diesel 13 GW, Ganti PLTS
Berita terkait
Jadwal Pemadaman Listrik Rabu (30/9): Bali Timur, Negara & Seririt Terdampak
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 09.52
Menyala di Lembah Mandailing, Listrik 24 Jam PLN Buka Jalan Cita-Cita Anak Desa Patialo
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 16.33
Ekspansi Industri Buka Peluang Baru Bisnis Infrastruktur
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.40
Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.00