Modus Baru Bobol Rekening, Kurir Palsu Kirim Link Lewat WhatsApp
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masyarakat pengguna e-commerce diserang oleh modus penipuan baru yang menggunakan kurir palsu melalui WhatsApp. Pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai Pos Indonesia, lalu mengklaim paket mengalami kendala atau hilang. Mereka meminta bukti pesanan dengan alasan pengiriman ulang atau refund. Data yang dimiliki pelaku sangat akurat, termasuk nama, alamat, nomor HP, harga dan berat barang, nomor resi, kode booking internal, hingga ID pelanggan korporat logistik. Akurasi data ini membuat korban mudah percaya. Pos Indonesia telah menegaskan tidak pernah menghubungi pelanggan secara personal melalui WhatsApp pribadi. Kebocoran data diduga berasal dari rantai sistem logistik atau ekspedisi pihak ketiga yang mengelola field data internal, bukan dari server utama e-commerce. Setelah korban percaya, pelaku mengarahkan ke link situs palsu menyerupai halaman e-commerce resmi. Di situs tersebut, korban diminta login dengan nomor HP, memasukkan PIN e-wallet, hingga kode OTP. Seluruh data yang diketik terkirim secara real-time ke bot Telegram pelaku. Seninggalkan itu, sistem phishing memindahkan korban ke domain situs kedua khusus pencurian data kartu bank. Pelaku menggunakan perpindahan 2-3 domain untuk membingungkan korban sebelum meminta OTP kedua demi menyelesaikan pembobolan dana bank.
Bagikan
Berita terkait
WhatsApp Pakai AI untuk Deteksi Penipuan, Jamin Pesan Pengguna Tetap Aman
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.15
Waspada Modus Penipuan Baru Lagi Ramai, Jangan Sembarang Beli iPhone
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.25
Awas Malware Baru yang Bisa Curi PIN sampai Intip Chat WA, Incar Pengguna RI
kumparan · 15 September 2026 pukul 10.18
Modus Baru Bobol WhatsApp Lewat Video Call, Foto Pribadi Bisa Tersebar
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 13.40