WhatsApp Pakai AI untuk Deteksi Penipuan, Jamin Pesan Pengguna Tetap Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

WhatsApp meluncurkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi pesan penipuan secara otomatis. Sistem ini mengandalkan model machine learning yang berjalan sepenuhnya di perangkat pengguna (on-device). Pendekatan tersebut memastikan privasi tetap terjaga tanpa ada data pesan yang dikirim ke server WhatsApp atau Meta, sekaligus melengkapi enkripsi end-to-end.
Fitur ini dirancang untuk menghadapi modus penipuan modern, termasuk peniruan identitas dan manipulasi konten AI. Ketika sistem mendeteksi potensi penipuan, peringatan privat akan muncul di ruang obrolan penerima. Pengguna memiliki kontrol penuh untuk menentukan tindakan: memblokir pengirim, melaporkan pesan, atau menandai obrolan sebagai terpercaya jika peringatan dianggap tidak tepat.
Saat ini, Scam Alert masih dalam tahap uji coba beta terbatas di beberapa negara dan dapat diatur lewat menu pengaturan. Fitur ini dirilis untuk melindungi lebih dari 3 miliar pengguna WhatsApp, menyusul laporan FTC terkait kerugian korban penipuan di platform tersebut yang mencapai USD 425 juta sepanjang 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.47
Bahaya Kepercayaan Buta pada Agen AI dan Ancaman Rantai Pasok Perangkat Lunak
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
WhatsApp Resmi Luncurkan Meta Business Agent Untuk Pelaku Bisnis di Indonesia
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.30
Taiwan Kena Serangan Siber Abnormal, China Diduga Dalangnya
Berita terkait
8 Ciri Penipuan di WhatsApp dan Cara Melaporkannya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 06.30
Modus Baru Bobol Rekening, Kurir Palsu Kirim Link Lewat WhatsApp
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 17.45
Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Dorong Persaingan AI ke Pertahanan Siber
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 21.16
Waspada! Website Pre-order iPhone Duo Palsu Bisa Curi Data dan Kripto
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 21.00