NASA Bikin Toilet Rp411 Miliar, Bisa Sulap Air Kencing jadi Air Minum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NASA menghabiskan dana sekitar 23 juta dolar AS (Rp411 miliar) untuk mengembangkan dua toilet canggih yang mampu mengubah air kencing astronot menjadi air minum. Satu unit dipasang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bernama Universal Waste Management System (UWMS) sejak 2020, dan satu lagi untuk kapsul Orion pada misi Artemis II. Toilet ini menggunakan hisapan udara berkecepatan tinggi dan centrifuge untuk memisahkan air dari urine dalam kondisi gravitasi mikro. Air kemudian dipanaskan dalam vakum, dikondensasi, dan disaring melalui beberapa tahap hingga diberi iodin. Sistem ini mampu mendaur ulang sekitar 98 persen cairan (urine, keringat, uap napas) menjadi air minum. Riset daur ulang air tertutup dimulai sejak era 1970-an, dengan berbagai purwarupa gagal pada 1980-1990an. Sistem pertama dipasang di ISS pada 2008, namun sempat bermasalah karena motor centrifuge menarik arus listrik berlebih. Efisiensi 98 persen baru tercapai setelah penambahan unit pengolah brine. Unit Orion pada misi Artemis II (April 2026) juga sempat mengalami gangguan saluran urine. NASA membela anggaran besar karena alternatif tanpa sistem ini tidak layak untuk misi jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Toilet Rp 416 M di Stasiun Luar Angkasa Ubah Pipis Jadi Air Minum
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.45
NASA Resmi Ajak ISRO Bergabung dalam Proyek Pembangunan Pangkalan Bulan
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.45
Fathur Bilang 20 Orang Meninggal Dampak Gempa Flores, 2 Orang Masih Tertimbun
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.05
Satelit NASA Abadikan Bayangan Gerhana Matahari Total dari Luar Angkasa
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.00