Norwegia Siap Batasi Kacamata Pintar, Dilarang Pakai Fitur Face Recognition
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Norwegia mempertimbangkan larangan penggunaan fitur pengenalan wajah pada kacamata pintar di ruang publik. Menteri Digitalisasi Karianne Tung menyatakan teknologi AI yang terpasang di perangkat seperti kamera, mikrofon, dan sistem kecerdasan buatan menekan privasi individu. Kacamata pintar umumnya dilengkapi fitur seperti pengambilan foto, panggilan telepon, penerjemahan, hingga interaksi dengan asisten AI.
Dalam upaya mengamankan privasi, pemerintah menunjuk tim ahli untuk merumuskan pedoman perlindungan konsumen dan meminta sektor publik serta swasta menyiapkan panduan penggunaan mandiri. Larangan ini secara spesifik menargetkan teknologi biometrik seperti pengenalan wajaf. Kekhawatiran ini diakibatkan oleh laporan investigasi WIRED yang mengungkap Meta menyusupkan sistem pengenalan wajah bernama 'NameTag' ke dalam aplikasi pendamping Meta AI untuk kacamata pintar Ray-Ban Meta dan Oakley.
Peneliti keamanan Electronic Frontier Foundation (EFF), Cooper Quintin, menyatakan fitur ini belum tersedia untuk konsumen namun hampir siap dioperasikan. Meta berdalih bahwa kode tersebut hanya bagian dari eksplorasi teknologi internal dan tidak ada rencana peluncuran resmi. Namun, dewan konsumen Norwegia menuntut peritel untuk menghentikan penjualan sementara hingga ada kepastian hukum.
Bagikan
Berita terkait
Inggris Bakal Larang Kacamata Meta Masuk Bioskop, Khawatir Dipakai buat Bajak
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 16.30
Dari GIIAS Sampai Bioskop London: Kacamata Pintar Meta Terancam Dilarang di Mana-mana
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 12.05
Kacamata Pintar Meta Dilarang Masuk Pengadilan Inggris dan Wales
kumparan · 13 Agustus 2026 pukul 13.05
Instagram Blokir Akun yang Rekam Orang Pakai Kacamata Meta
Liputan6.com · 25 Juli 2026 pukul 08.11