Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Nulis Prompt ChatGPT Mungkin Mesti Seperti Tony Stark Ngomong ke JARVIS

Dr Qorry Amanda, dosen Fakultas Kedokteran UNISSULA dan peneliti AI, menjelaskan bahwa penggunaan AI yang efektif sebaiknya mengikuti pola Tony Stark dalam berinteraksi dengan JARVIS. Tony tidak langsung meminta solusi dari AI, tetapi lebih dulu mengidentifikasi masalah spesifik seperti persentase daya tersisa atau bagian yang mengalami penurunan performa. Baru setelah memiliki pemahaman awal, Tony meminta JARVIS untuk merender atau menghitung. Dengan pendekatan ini, manusia tetap menjadi desainer utama, sementai AI berperan sebagai pelengkap yang mempercepat proses berpikir.

Dr Qorry menekankan bahwa AI seharusya bukan pengganti pemikiran manusia, tetapi alat untuk mempercepat dan mengeksekusi. Contohnya, ketika JARVIS memberi tahu Tony bahwa daya tersisa hanya 15%, Tony menjawab 'I know the math. Do it', menunjukkan bahwa ia sudah memahami logika di balik keputusan tersebut. AI digunakan untuk menghitung lebih cepat dan menampilkan data, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Sebaliknya, ketika manusia terlalu mengandalkan AI tanpa memahami sistemnya, hasilnya bisa tidak optimal. Kasus Peter Parker yang menyerahkan sepenuhnya kepada AI Karen untuk memilih konfigurasi suit adalah contoh buruk. Dr Qorry berargumen bahwa masalah utama bukan penggunaan AI yang berlebihan, tetapi penyerahan proses berpikir yang seharusya tidak didelegasikan. Oleh karena itu, manusia harus tetap membawa model mental yang jelas saat menggunakan AI, agar AI berfungsi sebagai penguat, bukan pengganti, pemikirannya.

Berita terkait