Pakar Beri Penjelasan Soal Kemunculan Daratan Baru "Cucu Krakatau"
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau akibat penumpukan material vulkanik seperti abu, batuan, dan lava. Pakar dari IABI, Daryono, menegaskan bahwa fenomena ini adalah proses sedimentasi vulkanik, bukan pembentukan gunung api baru karena tidak memiliki saluran magma mandiri, aktivitas erupsi sendiri, maupun struktur geologis terpisah.
Terbentuknya daratan ini dipengaruhi oleh dasar laut yang dangkal di area kaldera serta dinamika arus Selat Sunda. Keberlangsungan daratan tersebut bergantung pada aktivitas vulkanik; erupsi berkelanjutan akan memperluas area, sementara berhentinya erupsi dapat menyebabkan pengikisan oleh abrasi laut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mematuhi radius aman 2 kilometer dari pusat erupsi.
Bagikan
Berita terkait
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Saat Pintu hingga Jendela Bergetar Sendiri saat Anak Krakatau Erupsi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.45
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.51
Anak Krakatau Pernah Muntahkan Magma Setara 10 Tahun dalam 2 Pekan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 15.30