Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya

Gunung Anak Krakatau di Lampung mengalami erupsi panjang sejak 4 September hingga 6 September 2026, disertai lava fountain, suara gemuruh, dan dentuman. Badan Geologi mencatat abu vulkanik tersebar ke Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu, dengan arah sebaran mengikuti kondisi angin. Dentuman yang terdengar di Jawa Barat dikaitkan dengan gelombang akustik berfrekuensi rendah dari erupsi tersebut.

Fenomena ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan alami gunung api muda pasca longsor besar pada 2018. Menurut pakar vulkanologi Surono, akumulasi tekanan magma menyebabkan gunung perlu melepaskan energi ke permukaan secara berkala. Frekuensi letusan intens ini adalah cara alami untuk membangun struktur puncak gunung yang lebih tinggi dan besar, sekaligus memperbesar kantong magma (magmatic chamber).

Surono menekankan bahwa seiring pertumbuhan Anak Krakatau, potensi kekuatan letusan di masa depan juga meningkat. Hal ini menjadi perhatian khusus karena dekatnya dengan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten, yang berpotensi mengalami gangguan operasional akibat debu vulkanik. Pemerintah telah menyediakan peta kawasan rawan bencana sebagai acuan penataan wilayah oleh pemerintah daerah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait