Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Khawatir AI Bikin Kacau Pemilu di Negara-negara Asia Tenggara

Laporan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic memperkirakan teknologi AI berpotensi memicu kekacauan pemilu di Asia Tenggara. Dalam laporannya pada September, Anthropic mendeteksi penggunaan Claude AI untuk menyebarkan pengaruh politik di Malaysia dengan menciptakan platform manipulasi pemilu komersial. Platform ini menggunakan sekitar 1.000 akun X, portal berita palsu bernama 'Malaysia Pulse', dan dokumen palsu untuk menargetkan calon pemilih di 222 daerah pemilihan parlemen Malaysia dengan memanfaatkan data sensus dan data pemilih.

Berita palsu yang dihasilkan AI mengeksploitasi isu sensitif seperti SARA dan mengambil sumber dari media massa Malaysia serta media asing yang berhubungan dengan Rusia dan China seperti TV BRICS, Xinhua, Sputnik/RIA, dan CGTN tanpa mencantumkan sumber. Insiden ini berpotensi menimbulkan polarisasi politik yang memperparah perpecahan, sebagaimana diungkapkan oleh Bridget Welsh dari University of Nottingham Asia Research Institute Malaysia.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan AI sebagai alat kampanye di masa depan, terutama mengingat Asia Tenggara sering menjadi tempat uji coba propaganda. Pemilu di kawasan ini akan berlangsung mulai akhir 2027 hingga 2029. Para ahli khawatir AI dapat mempercepat penyebaran informasi palsu yang lebih personal dan cepat, sekaligus mempengaruhi model bahasa besar yang menjadi sumber informasi AI itu sendiri.

Berita terkait