Pakar Khawatir AI Bikin Kacau Pemilu di Negara-negara Asia Tenggara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Laporan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic memperkirakan teknologi AI berpotensi memicu kekacauan pemilu di Asia Tenggara. Dalam laporannya pada September, Anthropic mendeteksi penggunaan Claude AI untuk menyebarkan pengaruh politik di Malaysia dengan menciptakan platform manipulasi pemilu komersial. Platform ini menggunakan sekitar 1.000 akun X, portal berita palsu bernama 'Malaysia Pulse', dan dokumen palsu untuk menargetkan calon pemilih di 222 daerah pemilihan parlemen Malaysia dengan memanfaatkan data sensus dan data pemilih.
Berita palsu yang dihasilkan AI mengeksploitasi isu sensitif seperti SARA dan mengambil sumber dari media massa Malaysia serta media asing yang berhubungan dengan Rusia dan China seperti TV BRICS, Xinhua, Sputnik/RIA, dan CGTN tanpa mencantumkan sumber. Insiden ini berpotensi menimbulkan polarisasi politik yang memperparah perpecahan, sebagaimana diungkapkan oleh Bridget Welsh dari University of Nottingham Asia Research Institute Malaysia.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan AI sebagai alat kampanye di masa depan, terutama mengingat Asia Tenggara sering menjadi tempat uji coba propaganda. Pemilu di kawasan ini akan berlangsung mulai akhir 2027 hingga 2029. Para ahli khawatir AI dapat mempercepat penyebaran informasi palsu yang lebih personal dan cepat, sekaligus mempengaruhi model bahasa besar yang menjadi sumber informasi AI itu sendiri.
Bagikan
Berita terkait
Menjaga Kedaulatan Pemilih dari Microtargeting AI
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 05.05
Munas X AMPI Munculkan Calon Tunggal Ketum, Sekjen Golkar Nilai Sebagai Kedewasaan Politik
JawaPos · 30 September 2026 pukul 04.16
Pakar Beri Contoh Brasil Terapkan Ambang Batas Parlemen 0 Persen, Bandingkan dengan 17 Juta Suara Hilang di Indonesia
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.24
Partai Ummat Usul Ambang Batas Parlemen 0%, Singgung Suara Rakyat
Detik.com · 26 September 2026 pukul 17.26