Pakar Beri Contoh Brasil Terapkan Ambang Batas Parlemen 0 Persen, Bandingkan dengan 17 Juta Suara Hilang di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar Ilmu Politik UIN Jakarta Saiful Mujani menyatakan kedaulatan rakyat merupakan hakikat demokrasi yang ditekankan dalam UUD 1945. Ia menjelaskan DPR, Presiden, dan lembaga negara adalah wakil rakyat, sehingga semakin banyak rakyat yang terwakili makin baik kualitas demokrasi. Sistem pemilu proporsional dilakukan untuk menerjemahkan kedaulatan rakyat secara maksimal, dengan kursi DPR mencerminkan pilihan rakyat.
Mujani menyoroti bahwa negara seperti Brasil yang menerapkan ambang batas parlemen nol persen lebih baik dalam mengakui kedaulatan rakyat. Dalam Pemilu 2024 Indonesia, sekitar 17 juta suara tidak terwakili karena partai di bawah ambang batas. Jika ambang batas nol, situasi ini tidak akan terjadi. Semakin rendah ambang batas, semakin baik keterwakilan rakyat dan kualitas demokrasi.
Menurutnya, menaikkan ambang batas justru menghalangi penegakan kedaulatan rakyat. Ide menaikkan ambang batas untuk meningkatkan kualitas demokrasi dianggap tidak masuk akal karena mengorbankan representasi rakyat. Brasil sendiri menjadi contoh negara yang sukses menerapkan sistem tanpa batas minimum untuk partai di DPR.
Penulis: Ferry Hidayat
Bagikan
Berita terkait
Ambang Batas Parlemen 5 Persen Ke Atas, untuk Siapa?
Detik.com · 21 September 2026 pukul 14.44
Soal Ambang Batas Parlemen, Deddy PDIP Ungkit Tujuan Pemilu, Singgung Angka 4-7
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 00.01
Bamsoet Setuju Ambang Batas Parlemen 5%, Dorong Pilpres-Pileg Dipisah
Detik.com · 19 September 2026 pukul 14.19
Perludem Khawatir Penerapan PT 5 Persen Bikin Banyak Suara Pemilu Terbuang
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 16.45