Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Eruption Gunung Anak Krakatau pada 6-7 September 2024 memicu pembatalan penerbangan di beberapa bandara Indonesia karena abu vulkanik berbahaya. Pakar IABI Daryono menjelaskan abu vulkanik berbeda dari awan biasa, mengandung partikel batuan mikroskopis, silika SiO2, dan kristal mineral tajam yang sangat abrasif. Ketika pesawat terbang melintasi abu, gesekan partikel keras mengikis kaca kokpit, merusak sensor dinamika udara, bilah turbin, dan lapisan pelindung mesin jet. Abu vulkanik berisiko masuk ke dalam mesin turbofan dengan suhu 1400-2000 derajat C, meleleh silika di 1100 derajat C, lalu membeku menjadi kerak kaca menyumbat nosel aliran udara dan menyebabkan engine stall atau flameout. Selain kerusakan mekanis dan termal, abu vulkanik memicu St. Elmo's Fire di kaca kokpit, gangguan frekuensi radio, korosi komponen elektronik, serta mengurangi jarak pandang pilot dan menyumbat sensor kecepatan serta ketinggian pesawat. BMKG menyatakan abu vulkanik bersifat halus, bisa terbawa angin jauh, dan berpotensi mengganggu kesehatan, kualitas udara, serta sektor transportasi dan penerbangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 09.14
33 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 03.43
Anak Krakatau Erupsi, Bandara Soetta Ditutup Sementara hingga Pukul 05.30 WIB
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.31
Anak Krakatau Erupsi: 2.300 Penerbangan-268 Ribu Penumpang Terdampak
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 09.07
Kemenkes: 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau
Berita terkait
8 Bandara Masih Ditutup Sampai Pagi Ini, Termasuk Halim dan Soetta
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.06
Update Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Menyebar di Wilayah Ini Senin Pagi
Detik.com · 7 September 2026 pukul 07.40
Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Imbas Erupsi Anak Krakatau, Kemenhub Imbau Cek Jadwal
JawaPos · 7 September 2026 pukul 07.31
Ramai-ramai Media Asing Sorot Anak Krakatau Erupsi, Katakan Ini
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.15