Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan

Eruption Gunung Anak Krakatau pada 6-7 September 2024 memicu pembatalan penerbangan di beberapa bandara Indonesia karena abu vulkanik berbahaya. Pakar IABI Daryono menjelaskan abu vulkanik berbeda dari awan biasa, mengandung partikel batuan mikroskopis, silika SiO2, dan kristal mineral tajam yang sangat abrasif. Ketika pesawat terbang melintasi abu, gesekan partikel keras mengikis kaca kokpit, merusak sensor dinamika udara, bilah turbin, dan lapisan pelindung mesin jet. Abu vulkanik berisiko masuk ke dalam mesin turbofan dengan suhu 1400-2000 derajat C, meleleh silika di 1100 derajat C, lalu membeku menjadi kerak kaca menyumbat nosel aliran udara dan menyebabkan engine stall atau flameout. Selain kerusakan mekanis dan termal, abu vulkanik memicu St. Elmo's Fire di kaca kokpit, gangguan frekuensi radio, korosi komponen elektronik, serta mengurangi jarak pandang pilot dan menyumbat sensor kecepatan serta ketinggian pesawat. BMKG menyatakan abu vulkanik bersifat halus, bisa terbawa angin jauh, dan berpotensi mengganggu kesehatan, kualitas udara, serta sektor transportasi dan penerbangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait