Pasar Smartphone Eropa Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8714915/original/083561900_1782798189-swello-2f_zK0ruzJE-unsplash.jpg)
Pasar smartphone Eropa mencatatkan rekor penurunan volume pengiriman terendah dalam tiga tahun terakhir pada kuartal kedua 2026. Total pengiriman hanya mencapai 35 juta unit, mengalami penurunan 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Faktor-faktor makroekonomi dan geopolitik menjadi penyebab utama, termasuk tekanan inflasi yang meningkat, ketegangan konflik Iran, dan kenaikan harga komponen elektronik secara global.
Meski pasar mengalami penurunan, Samsung dan Apple tetap mendominasi dengan masing-masing mereka menguasai 34 persen pangsa pasar. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan 15 persen, diiku oleh Oppo (mencakup OnePlus dan Realme) dengan 4 persen, dan Honor dengan 3 persen.
Eropa Barat relatif lebih stabil dibandingkan Eropa Timur, yang mengalami penurunan tajam terutama pada segmen ponsel murah. Analis Counterpoint Research memperkirakan penurunan akan berlanjut pada kuartal mendatang, dengan segmen budget smartphone akan terdampak paling parah akibat daya beli konsumen yang tergerus inflasi.
Bagikan
Berita terkait
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Imbas Aksi Ambil Untung
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 06.45
Meneropong Harga Emas Sepekan, Data Inflasi Bakal Mempengaruhi
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 07.30
Penjualan Smartphone Global Turun 6 Persen pada Q2 2026, Ini Penyebabnya
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 15.27
Kelangkaan BBM Bersubsidi di Aceh: Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.20