Kelangkaan BBM Bersubsidi di Aceh: Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelangkaan BBM bersubsidi di Aceh, khususnya di wilayah pantai Selat Malaka, masih belum teratasi. Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU sejak pagi hingga malam hari. Fenomena mencurigakan terjadi pada dini hari pukul 02.00 hingga 04.30 WIB, di mana kendaraan dengan tangki modifikasi atau tangki ganda melakukan pengisian berulang. Praktik ini diduga menjadi akar masalah kelangkaan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, kerugian negara akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah tersebut mencapai Rp1 triliun per tahun, dengan estimasi penyalahgunaan hingga 885.000 liter per hari. Data ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang digelar di Aula Ditreskrimsus Polda Aceh.
Pemerintah Aceh telah mengidentifikasi berbagai praktik ilegal di tingkat SPBU, termasuk pengisian berulang, penggunaan plat nomor palsu, dan kendaraan dengan tangki modifikasi. Dampaknya meluas, tidak hanya menyebabkan kelangkaan dan antrean panjang, tetapi juga menghambat sektor transportasi, meningkatkan biaya operasional, dan berpotensi mendorong inflasi di daerah.
Bagikan
Berita terkait
Polres Jembrana Bongkar Penyelewengan BBM Bersubsidi, Petugas SPBU Terlibat?
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.01
Pasar Smartphone Eropa Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.57
Pengendara Motor Piting Pengemudi Mobil Gara-gara Tak Terima Dikelakson
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.52
Setelah Gempa di NTT, 56 SPBU di Flores Kembali Beroperasi 100 Persen
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 18.32