Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kelangkaan BBM Bersubsidi di Aceh: Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun

Kelangkaan BBM bersubsidi di Aceh, khususnya di wilayah pantai Selat Malaka, masih belum teratasi. Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU sejak pagi hingga malam hari. Fenomena mencurigakan terjadi pada dini hari pukul 02.00 hingga 04.30 WIB, di mana kendaraan dengan tangki modifikasi atau tangki ganda melakukan pengisian berulang. Praktik ini diduga menjadi akar masalah kelangkaan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, kerugian negara akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah tersebut mencapai Rp1 triliun per tahun, dengan estimasi penyalahgunaan hingga 885.000 liter per hari. Data ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang digelar di Aula Ditreskrimsus Polda Aceh.

Pemerintah Aceh telah mengidentifikasi berbagai praktik ilegal di tingkat SPBU, termasuk pengisian berulang, penggunaan plat nomor palsu, dan kendaraan dengan tangki modifikasi. Dampaknya meluas, tidak hanya menyebabkan kelangkaan dan antrean panjang, tetapi juga menghambat sektor transportasi, meningkatkan biaya operasional, dan berpotensi mendorong inflasi di daerah.

Berita terkait