Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Paus Leo Tiba-Tiba Serukan Perlawanan terhadap AI, Kenapa?

Paus Leo XIV menyerukan para seniman untuk bersatu melindungi kreativitas manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam pertemuan dengan tokoh budaya di Vatikan pada Jumat (2/10/2026), ia membandingkan seni dengan 'mesin pencari' yang berbeda dari mesin pencari digital karena bekerja melalui pencarian, bukan pengindeksan. Paus menekankan bahwa seni dapat menjadi penyeimbang terhadap homogenisasi budaya modern, serta menjadi bentuk regenerasi spiritual ketika mengharuskan penonton berhenti dan merenungkan sesuatu yang tidak dapat dikonsumsi.

Paus juga menyoroti pentingnya membedakan karya seni hasil kreativitas manusia dengan karya yang dihasilkan mesin. Ia menegaskan bahwa algoritma tidak memiliki 'percikan kemanusiaan', sementara budaya dan seni autentik justru mempertahankannya. Sejak terpilih pada Mei 2025, Paus Leo telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran tentang dampak AI pada martabat manusia, keadilan, dan dunia kerja, serta mendesak adanya batasan etika dalam penggunaannya.

Meskipun menyampaikan kekhawatiran, Paus menegaskan dirinya tidak dalam 'mode panik' menghadapi perkembangan AI. Namun, ia mendukung peringatan para ahli tentang potensi bahaya AI agar diambil secara serius. Seniman dan pekerja kreatif juga semakin khawatir dengan penggunaan karya tanpa izin untuk melatih model AI generatif, yang bisa menggusur karya manusia dan menekan nilai ekonomi karya mereka.

Berita terkait