Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kereta eksperimental di China berhasil memecahkan rekor dunia akselerasi jarak pendek setelah melesat dari posisi diam hingga kecepatan 800 km/jam hanya dalam 5,3 detik. Uji coba tersebut dilakukan di lintasan sepanjang 1 kilometer milik Laboratorium Kereta Api Cepat East Lake di Provinsi Hubei. Pihak pengembang menargetkan teknologi levitasi magnetik (maglev) ini kelak mampu menembus kecepatan hingga 1.000 km/jam.
Sistem maglev memanfaatkan gaya elektromagnetik untuk mengapungkan kereta di atas rel sehingga meniadakan gesekan mekanis. Pengaturan arus kutub magnetik yang bergantian menciptakan gaya tarik di depan sekaligus dorongan di belakang secara presisi. Selain mampu berakselerasi ekstrem, sistem pengeremannya juga terbukti aman dengan menghentikan laju kereta secara mulus dalam jarak sekitar 200 meter.
Saat ini teknologi tersebut belum ditujukan untuk mengangkut penumpang umum, melainkan diproyeksikan bagi sistem peluncuran roket, pesawat tempur, dan operasional kereta tabung hampa udara. Pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan berat, terutama tingginya biaya infrastruktur, standar keselamatan, serta kebutuhan lintasan bertingkat berpresisi tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 21.21
Kereta Maglev China Pecahkan Rekor Dunia, Akselerasi 0-800 km/jam hanya dalam 5,3 Detik
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.20
Raksasa Teknologi AS Tutup Kantor, Tak Kuat Berbisnis di China
Berita terkait
Mesin Uang Baru China Bernilai Rp 3.000 Triliun, Amerika Minggir Dulu
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.15
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35