Pemerintah Setop Subsidi BBM Usai Krisis-Terlilit Utang IMF Rp33,98 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Bolivia setop subsidi BBM setelah menerima program pinjaman IMF sebesar SDR 1,369 miliar (Rp33,98 triliun) untuk 36 bulan. Dana pertama dicairkan US$214 juta (Rp3,82 triliun) dengan fasilitas Extended Fund Facility (EFF). IMF mendukung reformasi fiskal termasuk penghapusan subsidi bahan bakar secara bertahap, peningkatan efisiensi pengeluaran, reformasi perusahaan publik, dan penguatan lembaga fiskal. Tujuannya mengurangi utang publik, memulihkan cadangan devisa, serta melindungi rumah tangga rentan. Program ini juga mendorong rezim nilai tukar fleksibel, reformasi moneter, dan peningkatan tata kelola untuk menarik investasi swasta. Pada Mei 2026, pemerintah Bolivia mengakhiri krisis sosial-politik 50 hari dengan membuka blokade jalan, meski terdampak tragedi jatuhnya pesawat militer yang menewaskan enam orang. Blokade berkurang menjadi 28 titik setelah negosiasi.
Bagikan
Berita terkait
Said Abdullah: Setiap Rupiah APBN 2027 Harus Bermakna Bagi Rakyat
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 13.35
Defisit Membengkak, Utang AS Bisa Tembus 160% PDB dalam 10 Tahun
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 13.15
Dilanda Krisis, Negara Ini Utang IMF Rp 33 T-Mulai Setop Subsidi BBM
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 10.30
Negara Ini Hapus Subsidi BBM di Tengah Krisis, Kini Berutang Rp 33,9 T ke IMF
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 06.26