Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Setop Subsidi BBM Usai Krisis-Terlilit Utang IMF Rp33,98 T

Pemerintah Bolivia setop subsidi BBM setelah menerima program pinjaman IMF sebesar SDR 1,369 miliar (Rp33,98 triliun) untuk 36 bulan. Dana pertama dicairkan US$214 juta (Rp3,82 triliun) dengan fasilitas Extended Fund Facility (EFF). IMF mendukung reformasi fiskal termasuk penghapusan subsidi bahan bakar secara bertahap, peningkatan efisiensi pengeluaran, reformasi perusahaan publik, dan penguatan lembaga fiskal. Tujuannya mengurangi utang publik, memulihkan cadangan devisa, serta melindungi rumah tangga rentan. Program ini juga mendorong rezim nilai tukar fleksibel, reformasi moneter, dan peningkatan tata kelola untuk menarik investasi swasta. Pada Mei 2026, pemerintah Bolivia mengakhiri krisis sosial-politik 50 hari dengan membuka blokade jalan, meski terdampak tragedi jatuhnya pesawat militer yang menewaskan enam orang. Blokade berkurang menjadi 28 titik setelah negosiasi.

Berita terkait