Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peneliti MIT Peringatkan Petaka Besar, Jutaan Kematian 5 Tahun Lagi

Sebuah studi baru dari MIT FutureTech dan University of Queensland menilai 24 risiko kecerdasan buatan (AI) melalui survei Delphi yang melibatkan 272 pakar internasional. Para ahli mengidentifikasi lima risiko utama yang paling mungkin memicu dampak katastrofik dalam lima tahun ke depan (2025–2030): kemampuan berbahaya, tekanan persaingan, senjata dan serangan siber yang didukung AI, pemusatan kekuasaan, serta disinformasi. Sektor informasi, keuangan, dan keamanan nasional dinilai paling rentan; orang atau organisasi yang paling terdampak seringkali tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi risiko tersebut. Di bawah skenario bisnis seperti biasa, 18 dari 24 domain risiko memiliki setidaknya 10% probabilitas memicu bencana besar (lebih dari 1 juta kematian, kerugian finansial lebih dari US$100 miliar, atau kerusakan setara skala peradaban). Bahkan dengan mitigasi yang efisien, lima domain—terutama senjata AI dan serangan siber—tetap memiliki probabilitas katastrofik minimal 10%. Para pakar menekankan bahwa pengembang AI dan regulator memegang tanggung jawab utama, sementara pengguna dan masyarakat adalah pihak yang paling rentan. Temuan ini mendesak para pemimpin bisnis untuk segera mempertimbangkan risiko AI dalam tata kelola yang ada, tanpa menunggu ramalan sempurna atau peraturan resmi, dan untuk memperlakukan AI sebagai paradigma baru yang menciptakan peluang sekaligus kerentanan di tingkat ekosistem dan masyarakat.

Berita terkait