Peneliti Temukan Permen Karet Anti Kanker, Begini Cara Kerjanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1243904/original/097195100_1464103796-chewing-gum-1024x538.jpg)
Tim peneliti dari University of Pennsylvania, dipimpin Henry Daniell, mengembangkan permen karet hasil rekayasa hayati yang dapat menargetkan mikroba terkait kanker kepala dan leher. Permen karet ini mengandung FRIL (protein antivirus alami) dan protegrin, serta berbahan kacang lablab. Dalam pengujian menggunakan sampel mulut pasien karsinoma sel skuamosa kepala dan leher (HNSCC), ekstrak permen karet berhasil menurunkan kadar human papillomavirus (HPV) hingga 93% dalam air liur dan 80% dalam cairan pembilas mulut. Selain itu, modifikasi gum kacang juga berhasil menurunkan hampir seluruh jumlah Porphyromonas gingivalis (Pg) dan Fusobacterium nucleatum (Fn), dua bakteri yang dikaitkan dengan pemburukan kanker mulut. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dan diharapkan dapat mendukung pengembangan metode pengobatan yang lebih mudah diakses dan terjangkau. Kanker kepala dan leher adalah jenis kanker umum yang seringkali agresif, dengan hasil pengobatan yang buruk pada stadium lanjut. Banyak obat kanker saat ini belum memberikan peningkatan signifikan terhadap bertahan hidup pasien. Oleh karena itu, pendekatan baru seperti permen karet ini dianggap penting untuk dikembangkan lebih lanjut. Keunggulan permen karet ini adalah kemampuannya menargetkan mikroba berbahaya tanpa membahayakan bakteri baik, berbeda dengan terapi radiasi yang dapat merusak keseimbangan mikroba mulut. Para peneliti berharap produk ini dapat menjadi terapi tambahan dalam pengobatan kanker dan berkembang ke uji klinis untuk pencegahan infeksi dan penularan HNSCC.", "tags": ["kanker", "permen karet", "bioteknologi", "hsvcc", "mikroba mulut"]}</arg_value></tool_call>
Bagikan
Berita terkait
Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 07.30
Cegah Internet Bandung Mati, Apjatel Minta Penataan Kabel Dilakukan Bertahap
Detik.com · 28 September 2026 pukul 07.19
Ribuan ATM Tutup, Bangkrut Gara-Gara Aturan Baru Pemerintah
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 07.15
Pakai earbuds Bluetooth setiap hari, berbahaya bagi kesehatan?
ANTARA News · 28 September 2026 pukul 06.55