Ribuan ATM Tutup, Bangkrut Gara-Gara Aturan Baru Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin Depot, operator jaringan ATM Bitcoin terbesar di AS yang tercatat di Nasdaq, mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 dan menghentikan seluruh operasionalnya. Pada 2025, perusahaan ini mengoperasikan 9.276 kios ATM di AS, Kanada, dan Australia yang memungkinkan konversi uang tunai ke Bitcoin. Keputusan ini datang setelah laporan kuartal I 2026 yang menunjukkan penurunan pendapatan hingga 49% YoY, kerugian US$9,5 juta (setelah sebelumnya laba US$12,2 juta), dan penurunan laba kotor hingga 85% menjadi US$45 juta. CEO Alex Holmes menyatakan bahwa regulasi yang semakin ketat dari pemerintah serikat dan lokal menjadi faktor utama kegagalan bisnis. Aturan baru termasuk batasan transaksi, kewajiban kepatuhan yang lebih ketat, hingga larangan operasional di sejumlah yurisdiksi menciptakan beban operasional yang berat. Bitcoin Depot juga sedang menghadapi gugatan tingkat tinggi dari jaksa agung Massachusetts dan Iowa atas tuduhan memfasilitasi penipuan kripto. Krisis ini bertepatan dengan gelombang regulasi yang lebih ketat terhadap industri kripto, sementara institusional justru semakin mengadopsi aset digital melalui instrumen seperti ETF dan undang-undang Clarity Act yang sedang berkembang.
Bagikan
Berita terkait
Wamen Angga Raka: Konektivitas Digital Jadi Pilar Kedaulatan
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.50
Cara Mengatur Notifikasi WhatsApp yang Tidak Muncul
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.30
YouTube-TikTok Tolak Iklan Dokumenter yang Bikin Jengkel Elon Musk
Detik.com · 28 September 2026 pukul 09.29
Warga Minta Nomor Sama Walau Ganti Operator, RI Bakal Berubah Total
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.20