Penemuan Baru Bantah Teori Evolusi Manusia yang Sudah Lama Dipercaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications dan dipimpin oleh Mark Hubbe dari University of Tennessee-Knoxville serta Katerina Harvati dari Senckenberg Centre for Human Evolution and Palaeoenvironment, membantah teori lama bahwa evolusi manusia berlangsung secara lurus dan bertahap. Studi ini menganalisis 87 fosil tengkorak dari berbagai spesies genus Homo, termasuk Homo habilis, Homo erectus, Homo heidelbergensis, Neanderthal, hingga Homo sapiens modern. Dengan menguji enam model evolusi yang mencakup seleksi alam, perubahan netral, dan teori punctuated equilibrance, para peneliti menemukan bahwa perubahan signifikan pada genus Homo tidak terjadi secara berkelanjutan, melainkan terjadi setelah hambatan biologis, lingkungan, dan budaya mulai berkurang. Analisis menunjukkan bahwa evolusi netral dan periode stasis (tanpa perubahan) menjelaskan perbedaan dalam genus Homo lebih efektif dibandingkan proses evolusi yang sudah dikenal. Perubahan fisik besar, seperti pertumbuhan otak dan pengurangan wajah, kemungkinan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan budaya, yang bertindak sebagai penyangga dengan mengurangi tekanan adaptasi fisik terhadap lingkungan. Budaya juga membantu memenuhi kebutuhan energi untuk mendukung otak yang lebih besar. Temuan ini mengubah pandangan ilmuwan tentang asal-usul manusia modern, yang tidak lagi dilihat sebagai tahapan progresif, melainkan sebagai kombinasi periode panjang stasis dan perubahan evolusioner yang cepat setelah penurunan batasan biologis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 17.00
Selama Ini Kita Keliru Memahami Evolusi Manusia?
Berita terkait
Sains Ungkap Alasan Pria Mulai Botak Saat Masuk Usia Segini
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.45
Teori Manusia Nyaris Punah Akibat Letusan Raksasa Toba
Detik.com · 10 September 2026 pukul 07.00
Spesies 'Hobbit' Flores Berjalan Lebih Mirip Manusia Modern
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.00
Dugaan Penggunaan AI Guncang Kontes Fotografi Ilmiah Bergengsi
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.33