Teori Manusia Nyaris Punah Akibat Letusan Raksasa Toba
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan super gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu diduga memicu ancaman kepunahan Homo sapiens. Peristiwa ini melepaskan 2.000 km³ material vulkanik yang menghalangi sinar matahari, menurunkan suhu global antara 2,3 hingga 4,1 derajat C, dan menciptakan kelangkaan pangan. Teori ini didukung oleh bukti penyempitan genetik manusia yang diperkirakan menyusut hingga hanya 3.000 sampai 10.000 individu.
Namun, teori bencana Toba kini banyak dikritisi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa populasi hominin di Afrika dan Asia tetap stabil sebelum dan sesudah letusan. Meskipun letusan Toba adalah bencana besar, bukti arkeologi menunjukkan manusia justru berinovasi dalam alat batu dan pola migrasi melalui 'jalan raya biru' untuk bertahan hidup. Hingga kini, penyebab pasti penyempitan genetik manusia masih menjadi misteri.
Bagikan
Berita terkait
Alasan Letusan Krakatau 1883 Bisa Viral Padahal Belum Ada Internet
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.55
Ahli Bantah Erupsi Gunung Berapi Hasil Rekayasa Teknologi
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 07.08
Fenomena 11 Gunung Api di RI Erupsi-Termasuk Anak Krakatau, Rekayasa?
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.35
Penjelasan Pakar UGM Soal Gunung yang Erupsi Bersamaan
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.00