Pengiriman Chipset Anjlok 15 Persen, Qualcomm dan MediaTek Terpukul Paling Parah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563550/original/078622200_1776906448-Snapdragon.jpg)
Pengiriman chipset smartphone global merosot 15 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berdasarkan laporan Counterpoint Research. Penurunan ini dipicu badai kelangkaan chip memori yang berlanjut, meningkatkan biaya komponen dan menghambat produksi di tingkat global.
Qualcomm dan MediaTek sebagai dua produsen terbesar terpukul paling keras, dengan penurunan pengiriman diperkirakan mencapai 25 persen. Qualcomm hanya mencatat pertumbuhan sangat terbatas untuk lini Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara chip 5G kelas bawah MediaTek anjlok tajam. Sebaliknya, Apple, Unisoc, dan Samsung justru mencatatkan peningkatan volume pengiriman. Apple diuntungkan lonjakan permintaan iPhone 17 series, sedangkan Unisoc naik pamor karena produsen HP beralih dari chip 5G MediaTek ke chip 4G Unisoc untuk menekan biaya, didukung kemitraan dengan Xiaomi untuk lini Redmi dan Poco.
Counterpoint memproyeksikan pengiriman chipset global akan menyusut 14 persen sepanjang 2026, dengan segmen entry-level paling terdampak hingga 30 persen. Harga chip memori diperkirakan baru stabil paling cepat pada semester kedua 2027.
Bagikan
Berita terkait
Kabar Baru yang Bakal Bikin Harga HP Makin Mahal
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.13
Bahaya Kepercayaan Buta pada Agen AI dan Ancaman Rantai Pasok Perangkat Lunak
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 12.47
Qualcomm Ungkap Spek Snapdragon C: Kencang untuk Laptop 4 Jutaan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.53
Pemerintah Bakal Tertibkan Pembangunan Kopdes di Gunung
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.10