Pentagon Tunjuk Elon Musk Jadi Penasihat Teknologi Perang Masa Depan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Departemen Pertahanan AS menunjuk Elon Musk untuk memimpin 'Project Meridian', inisiatif yang bertujuan mengkaji teknologi dan senjata yang diperlukan militer AS dalam perang masa depan. Proyek ini akan berlangsung selama 120 hari dan melibatkan kolaborasi antara Musk, pendiri Anduril Palmer Luckey, dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich di bawah arahan CTO Pentagon Emil Michael. Fokus utama proyek adalah mengidentifikasi domain yang perlu dikuasai dan kemampuan teknologi yang harus dikembangkan, mulai dari ancaman di Bumi hingga ke Bulan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menekankan bahwa Project Meridian bukan tentang strategi atau kebijangan baru, tetapi fokus pada inovasi teknologi militer. Ketiganya tidak memilka pengalaman militer langsung, namun memiliki keterikatan erat dengan militer AS melalui perusahaannya. SpaceX, perusahaan milik Musk, telah mendapatkan kontrak senilai USD 4,16 miliar dari Pentagon untuk pengembangan satelit pelacak ancaman udara. Sementara Anduril, perusahaan Luckey, mendapatkan kontrak USD 642 juta dari Korps Marinir AS pada 2025 untuk sistem anti-drone.
Proyek ini mencerminkan pendekatan baru militer AS dalam mempersiapkan teknologi untuk konflik masa depan, dengan melibatkan tokoh industri teknologi yang berpengaruh. Tim proyek akan menggabungkan keahlian dari sektor pemerintah, industri, dan akademisi untuk menganalisis tren perubahan perang hingga dekade ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 20.00
Menteri Perang AS Siap Pecat 20% Jenderal dan Laksamana, Ada Apa?
Berita terkait
Petinggi Militer AS Peringatkan Pete Hegseth: Operasi Iran tidak Berkelanjutan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.30
Perang Lawan Iran, Trump Tunjuk Para Jenderal Duduki 7 Posisi Penting Militer AS, Ini Daftarnya
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 10.38
Shivon Zilis Ungkap Perpisahan Mendadak dengan Elon Musk
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 13.26
AS Kirim Sistem Rudal Patriot Tambahan ke Arab Saudi-Qatar, Ada Apa?
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.29