Menteri Perang AS Siap Pecat 20% Jenderal dan Laksamana, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, berencana memangkas 20% jenderal dan laksamana untuk menghapus pengaruh budaya 'woke' dan ideologi keragaman (DEI) di militer. Hegseth menekankan fokus pada pelatihan, disiplin, dan daya mematikan, serta menegaskan tidak akan menoleransi personel yang dianggap lemah atau radikal. Ia membantah laporan rendahnya moral pasukan dan mengklaim tingkat retensi personel tetap tinggi.
Di sisi lain, terdapat laporan mengenai delapan personel kapal USS Abraham Lincoln yang mencoba bunuh diri akibat pengerahan panjang selama 286 hari dalam perang di Iran. Sebagai langkah strategis, Pentagon akan menggandeng Elon Musk, Palmer Luckey, dan Newt Gingrich untuk mempelajari masa depan peperangan, serta mengalihkan kemitraan pendidikan militer dari universitas Ivy League ke institusi yang lebih konservatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 10.05
Menteri Perang Hegseth Pangkas 20% Jenderal dan Laksamana AS, Ini Alasannya
Berita terkait
Petinggi Militer AS Peringatkan Pete Hegseth: Operasi Iran tidak Berkelanjutan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.30
Pejabat Tinggi Militer AS Jalani Tes Poligraf terkait Kebocoran Data Senjata
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.00
Siapa Daniel Driscoll? Orang Kepercayaan Trump yang Dijuluki Drone Guy
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 11.44
Berseteru dengan Menteri Perang Hegseth, Petinggi Angkatan Darat AS Resmi Mundur
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 07.34