Peran Vital Tes DNA dalam Mengenali Ribuan Jenazah di Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah runtuhnya gletser di Gunung Langtang Lirung, banjir bandang menewaskan lebih dari 1.270 orang dan menghilangkan 4.700 orang di Nepal dan Tibet. Ahli forensik menggunakan tes DNA untuk mengidentifikasi jenazah korban, dengan keluarga diminta memberikan sampel darah untuk dibuatkan profil DNA. Sampel dikirim ke Laboratorium Sains Forensik Kepolisian Nepal untuk dibandingkan dengan jenazah yang membusuk. Standar global yang digunakan adalah Disaster Victim Identification (DVI) milik Interpol, dengan tiga metode utama: pencocokan DNA, sidik jari, dan catatan gigi. DNA dapat diekstrak dari berbagai jaringan, termasuk tulang, meskipun jenazah sudah membusuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 07.00
10 Hari Terjebak Longsor di Terowongan 225 Meter, Pria Ini Masih Hidup
Berita terkait
Update Korban Banjir Nepal-Tibet: 1.130 Orang Tewas-4.462 Hilang
Detik.com · 2 September 2026 pukul 14.15
Korban Bencana Nepal-Tiongkok Tembus 1.000 Jiwa, Pencarian Terus Berlanjut
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.35
Lebih dari 4.000 Orang Belum Ditemukan Usai Banjir Bandang Nepal
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.20
Ketika Banjir Mengubah Cara Nepal Melepas Jenazah
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 04.32