Perang Ongkir E-commerce Bikin Pedagang Kecil Merana, Nasibnya Miris
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perang ongkir di China antara platform besar seperti Meituan, Alibaba, dan JD.com telah mereda setelah pemerintah turun tangan. Namun, konsumen yang kini terbiasa belanja instan dengan layanan 60 menit justru membuat pedagang kecil merusak. Platform menghabiskan miliaran dolar untuk kupon dan diskon, mengakibatkan kerugian besar bagi restoran dan toko kecil. Contohnya, Luckin Coffee mengalami penurunan penjualan gerai mandiri 5,3% pada kuartal terakhir, terbalik dengan lonjakan 13,8% tahun sebelumnya akibat subsidi pengiriman. Raksasa teknologi juga sering kali mengalami kerugian besar, seperti Meituan terperosok rugi, profitabilitas Alibaba turun, dan laba JD.com hampir hilang. Sekarang, para besar beralih ke infrastruktur logistik jangka panjang seperti gudang kilat, meninggalkan pedagang kecil untuk bertahan sendiri di tengah perubahan kebiasaan belanja.
Bagikan
Berita terkait
Zero ODOL 2027, Pemerintah Diminta Segera Rilis Roadmap
Detik.com · 7 September 2026 pukul 10.10
Sempat Antre Panjang, ASDP Pastikan Rute Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal
kumparan · 7 September 2026 pukul 07.39
Perusahaan Logistik Sebut Pengiriman Internasional Makin Berkembang
Detik.com · 6 September 2026 pukul 20.42
Dukung Ekspor UMKM, Lion Parcel Perluas Layanan Interpack ke 50 Negara
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 20.23