Peringatan Interpol: AI Tingkatkan Skala dan Kecepatan Kejahatan Siber
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menurut Interpol, kecerdasan buatan (AI) mempercepat dan memperluas skala kejahatan siber dengan memanfaatkan teknik yang sudah ada. Penipu dapat menggunakan AI untuk menargetkan banyak korban sekaligus, sementara terjemahan canggih dan identitas digital membuatnya sulit membedakan interaksi penipuan dengan asli. Bjorn R. Watne, Global Chief Information Security Officer Interpol, menekankan bahwa ini adalah evolusi bukan revolusi. Ia menyarankan perusahaan mengidentifikasi aset krusial, memahami siapa yang berpotensi menyerang, serta memanfaatkan intelijen ancaman untuk menyesuaikan pertahanan. Penting untuk memilih sistem keamanan sesuai jenis ancaman, apakah oportunis atau persisten. Watne juga memperlihatkan kekhawatiran terhadap agentic AI yang dapat bertindak otonom, terutama pada perangkat seperti kendaraan otonom, di mana kepercayaan masyarakat terhadap teknologi lebih tinggi daripada layanan keuaranan. Kesalahan AI yang menjalankan tindakan fisik dapat berisiko besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.53
5 Tersangka Fake BTS Ditangkap, Polisi Sita Mobil hingga Uang Rp50 Juta
Berita terkait
Waspada! Penipu Pasang Gambar AI dan Kontak Palsu di Google Maps
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Waspada Penipuan AI: Modus Kloning Suara
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.49
Maling Makin Canggih, Waspada 3 Modus Penipuan Terbaru Kuras Rekening
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 13.30
Risiko Baru Agentic AI: Kebocoran Data Chatbot
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 21.15