Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Risiko Baru Agentic AI: Kebocoran Data Chatbot

Adopsi AI berbasis agen otonom di sistem perusahaan menciptakan risiko keamanan siber baru yang lebih kompleks. Laporan State of the Internet (SOTI) terbaru dari Akamai, berjudul The Agentic Frontier: Speed, Scale, and Nonhuman Identity, mengungkapkan bahwa tantangan utama CISO kini tidak hanya terpusat pada manajemen identitas manusia, tetapi juga pada tata kelola perilaku entitas non-manusia sepertai chatbot dan sistem AI otonom.

Chief Security Officer Akamai, Boaz Gelbord, menjelaskan bahwa perkembangan AI yang cepat memberikan tekanan besar pada ekosistem keamanan jaringan. AI membuka tiga ancaman utama: penggunaan internal di organisasi, integrasi langsung ke produk dan beban kerja cloud, serta serangan berbasis AI yang menargetkan perusahaan. Akibatnya, program keamanan perlu beradaptasi dengan dinamika yang berkembang pesat.

Advisory CISO Akamai, Steve Winterfeld, menambahkan bahwa pergeseran dari AI jawab-soal ke AI pengeksekusi strategi bisnis menuntut agar para pemimpin keamanan siber juga berevolusi. Akamai menyarankan empat pilar strategis bagi CISO untuk menghadapi era AI berbasis agen, termasuk penguatan kontrol identitas non-manusia dan pengawasan perilaku otonom sistem AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait