Risiko Baru Agentic AI: Kebocoran Data Chatbot
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Adopsi AI berbasis agen otonom di sistem perusahaan menciptakan risiko keamanan siber baru yang lebih kompleks. Laporan State of the Internet (SOTI) terbaru dari Akamai, berjudul The Agentic Frontier: Speed, Scale, and Nonhuman Identity, mengungkapkan bahwa tantangan utama CISO kini tidak hanya terpusat pada manajemen identitas manusia, tetapi juga pada tata kelola perilaku entitas non-manusia sepertai chatbot dan sistem AI otonom.
Chief Security Officer Akamai, Boaz Gelbord, menjelaskan bahwa perkembangan AI yang cepat memberikan tekanan besar pada ekosistem keamanan jaringan. AI membuka tiga ancaman utama: penggunaan internal di organisasi, integrasi langsung ke produk dan beban kerja cloud, serta serangan berbasis AI yang menargetkan perusahaan. Akibatnya, program keamanan perlu beradaptasi dengan dinamika yang berkembang pesat.
Advisory CISO Akamai, Steve Winterfeld, menambahkan bahwa pergeseran dari AI jawab-soal ke AI pengeksekusi strategi bisnis menuntut agar para pemimpin keamanan siber juga berevolusi. Akamai menyarankan empat pilar strategis bagi CISO untuk menghadapi era AI berbasis agen, termasuk penguatan kontrol identitas non-manusia dan pengawasan perilaku otonom sistem AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 12.48
Agentic AI Masuk Jaringan Seluler, Pagar Regulasi Indonesia Belum Siap
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 21.16
Google Luncurkan Gemini 4 Argon, Dorong Persaingan AI ke Pertahanan Siber
Berita terkait
Google Gemini 4 Argon Diluncurkan, Siap Tantang GPT-6 Astra
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 06.30
Kekhawatiran Kawanan AI Bisa Rebut Internet, Ini Kata Pakar
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.15
Telkom Hadirkan SCALE untuk Perkuat Integrasi AI, Cloud, dan Keamanan Siber
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.12
Tetangga RI Sudah Jadi Korban, Sekarang Amerika Kena Batunya
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.40