Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perlukah Guru Besar Menjadi Guru Bangsa?

Temu Akbar Guru Besar UI 2026 menyoroti kegelisahan publik terhadap peran akademisi sebagai 'Guru Bangsa'. Rektor UI menuntut guru besar tidak hanya menjadi slogan, melainkan membuktikan kontribusi nyata berbasis data. Namun, diskusi mendalam mengungkap bahwa sistem karier akademik Indonesia menghukum dosen untuk fokus pada publikasi internasional, bukan kontribusi publik. Metrik kredit dan promosi jabatan fungsional justru membebani guru besar untuk menjadi spesialis terisolasi, bukan pendidik yang terhubung masyarakat. Tanpa reformasi insentif dan kanal institusional antara keilmuan dengan kebijakan, tuntutan menjadi 'Guru Bangsa' justru menjadi beban struktural yang tidak adil.

Berita terkait