Rencana Pendirian URI Disorot, Lebih Baik Perkuat Kampus yang Ada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana pemerintah mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) mendapat respons kritis dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Achmad Nurmandi meminta pemerintah melakukan kajian kebutuhan komprehensif terlebih dahulu agar kebijakan ini tidak tumpang tindih dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta yang sudah ada. Ia mendesak pemetaan kebutuhan tenaga kerja, persebaran program studi, dan kapasitas kampus sebelum URI direalisasikan.
URI direncanakan berfokus pada pendidikan STEM serta kedokteran dan kesehatan, sekaligus sebagai bagian dari sistem pembinaan calon pemimpin pemerintahan dan BUMN. Nurmandi menilai kedua orientasi itu perlu disinkronkan karena berpotensi menimbulkan ketidakjelasan desain kelembagaan. Ia juga menyoroti risiko pergeseran SDM dosen berkualifikasi tinggi dari kampus yang sudah ada jika tidak diimbangi strategi regenerasi matang. Selain itu, jalur penyiapan calon pemimpin sebenarnya sudah difasilitasi melalui sekolah kedinasan dan berbagai program di perguruan tinggi yang ada.
Bagikan
Berita terkait
Sidang MK, Dosen Singgung Pembangunan Universitas Republik Indonesia
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.07
Akademisi Soroti Independensi dan Transparansi Penanganan Perkara Eks Jampidsus
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 21.40
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Pemerintah Siapkan Dokter Terbang
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.01
Cukai Rokok Bakal Diberlakukan Layer Baru, Menkeu Siap Bahas Bersama DPR Usai 17 Agustus
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 16.17