Petir Vulkanik Muncul Saat Anak Krakatau Erupsi, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG mendeteksi petir vulkanik selama erupsi Anak Krakatau pada 6 September 2024. Petir vulkanik terbentuk akibat pemisahan muatan listrik di dalam kolom erupsi yang dipicu oleh partikel batuan dan gas yang dipancarkan dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini dipantau menggunakan sensor magnet bumi dan detektor petir, dengan data digabungkan dari citra satelit serta pengamatan atmosfer. Intensitas gangguan geomagnetik pada periode pemantauan lebih rendah dibanding letusan awal 4 September, sehingga petir vulkanik tidak dapat dijadikan sebagai penentu keberlanjutan erupsi. PVMBG menyatakan aktivitas Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) dengan erupsi Strombolian berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.30
Bisakah Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Jawa Timur? Ini Kata BMKG
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 07.53
Anak Krakatau Masih Level Siaga, PVMBG Ungkap Potensi Letusan Masih Tinggi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.40
Tak Hanya Anak Krakatau, Wilayah Banten Ini Dikepung 3 Sumber Bencana
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 07.38
BMKG Ungkap Abu Anak Krakatau Bergerak ke Barat hingga Barat Daya, Wilayah Ini Terdampak
Berita terkait
Gas SO2 Menyebar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau? Ini Kata BMKG dan PVMBG
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.24
PVMBG: Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau 2026 Lebih Luas Daripada 2018
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.38
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi dengan Durasi 10 hingga 15 Detik
Detik.com · 8 September 2026 pukul 07.27
BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Diprakirakan Menjauhi Indonesia
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 06.57