Piton Jumbo dari Asia Tenggara yang Jadi Mimpi Buruk di Florida
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejak 1980-an, piton Burma dari Asia Tenggara menjadi spesies invasif merusak di rawa Everglades, Florida Selatan. Ular raksasa ini, yang bisa panjang 5 meter lebih, awalnya dibawa ke AS sebagai hewan peliharaan eksotis. Populasi meledak setelah Badai Andrew tahun 1992 menghancurkan fasilitas penangkaran, melepaskan ribuan piton ke alam liar. Saat ini, jumlahnya diperkirakan puluhan hingga ratusan ribu, meski angka pastinya tak diketahui karena Everglades luas dan piton sulit dideteksi.
Piton Burma telah menghancurkan ekosistem Everglades. Antara 1997 hingga 2012, populasi rakun, oposum, dan kucing hutan turun masing-masing 99,3%, 98,9%, dan 87,5%. Spesies seperti kelinci rawa dan rubah pun menghilang. Studi menunjukkan 77% kelinci yang dilepas ke Everglades mati akibat lilitan piton dalam setahun. Ular ini memangsa burung, rusa, dan mamalia lain karena tak punya predator alami di sana.
Pihak berwenang Florida dan federal memerangi piton dengan melarang kepemilikan sebagai hewan peliharaan pada 2010 dan meluncurkan Program Eliminasi Piton pada 2017. Program ini mempekerjakan pemburu dengan upah minimum ditambah bonus berdasarkan panjang ular. Meski hanya sebagian kecil populasi yang terangkat, upaya ini krusial karena separuh piton yang ditangkap betina, membantu mengurangi reproduksi. Ilmuwan juga mengeksplorasi intervensi genetik untuk pengendalian masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Ahli Pesimis Piton Burma Bisa DIberantas, Sudah Jadi Predator Ganas
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.40
Sosok Kakek Usia 69 Tahun yang Juara Berburu Ular Piton
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.45
280 Piton Ditaklukkan dalam Lomba Berburu Ular, Hadiah Ratusan Juta
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.40
Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 10.45