Polemik Data Center Jatiluhur, IESR Desak Pemerintah Buat Regulasi AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi standar lingkungan, sosial, dan energi untuk perizinan pusat data (data center) dan AI. Hal ini dipicu oleh polemik proyek data center di Jatiluhur yang menunjukkan lemahnya aturan nasional, sehingga pengawasan saat ini masih bergantung pada inisiatif kepala daerah.
IESR menekankan pentingnya regulasi karena lonjakan kebutuhan listrik data center yang diprediksi mencapai 2 GW pada 2029 dan 25 GW pada 2035. Rekomendasi teknis mencakup kewajiban sistem pendingin tanpa air (waterless), batas efisiensi energi Power Usage Effectiveness (PUE) di bawah 1,3, serta penggunaan energi terbarukan minimal 35% pada 2030 dan 50% pada 2040. Langkah ini bertujuan agar investasi digital tidak memicu krisis air dan emisi karbon.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 19.00
'Saya Tidak Bisa Minum Airnya', Kisah Warga yang Jadi Sorotan dalam Polemik Data Center AI
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 18.50
Gencar Kampanyekan AI, Gibran Disentil usai Dedi Mulyadi Setop Sementara Proyek Data Center
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 16.45
Dalam 2 Tahun, RI Bakal Tuntaskan Masalah 34 Gunung Sampah
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 07.20
Rhenald Kasali Wanti-wanti Dedi Mulyadi, Ada Risiko Besar di Balik Proyek Data Center Jatiluhur
Berita terkait
Warga Ramai-Ramai Tolak Data Center Malah Disebut Antek Asing
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 21.00
Babat Hutan, Proyek Data Center AI Google Dikecam
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 08.15
Data Center & AI Mulai Berburu Energi Hijau, Geo Dipa Bidik Peluang Baru
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 10.09
Boros Listrik-Air, AWS Gelontorkan Rp 17,8 T untuk Warga Sekitar Data Center
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 17.15