Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polemik Usher GIIAS Bisa Ditangkal dengan Putar Lagu Disney, Masa Sih?

Viral tips keamanan di media sosial menyarankan memutar lagu Disney jika merasa direkam diam-diam dengan kacamata pintar. Tips ini muncul merespons tren pengguna Meta Ray-Ban yang merekam perempuan, menjahili pekerja, dan memposting video orang asing tanpa izin, termasuk kasus kreator Indonesia yang merekam usher GIIAS 2026. Logikanya disebut 'copyright hacking': lagu berhak cipta yang ketat seperti Disney akan terdeteksi sistem Content ID YouTube, sehingga video diblokir, dibungkam, atau pendapatan iklannya dialihkan ke pemilik hak cipta.

Namun taktik ini tidak menjamin keamanan mutlak. Platform sering hanya demonetisasi tanpa menghapus video, dan perekam bisa mengedit dengan memotong durasi, menghapus audio, atau memakai AI memisahkan suara. Celah terbesar: korban sering tak sadar direkam karena kacamata pintar tampak seperti kacamata biasa, lampu indikator kecil kerap tak diperhatikan. Taktik serupa sebelumnya dipakai polisi AS, misalnya di Santa Ana (2022) memutar lagu Disney, Beverly Hills (The Beatles), dan Oakland (Taylor Swift) untuk mencegah video aktivis diunggah.

Platform mulai bertindak reaktif. Kepala Instagram Adam Mosseri akan menghapus video kacamata pintar yang eksploitatif, dan Meta memblokir dua akun besar pengunggah konten pickup dengan lebih dari 1 juta pengikut. Namun moderasi baru bergerak setelah video diunggah dan dilaporkan, sehingga korban bisa terlanjur viral.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait