Postingan AI Slop di LinkedIn Kini Bisa Dilaporkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

LinkedIn telah meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melaporkan unggahan yang diduga dibuat oleh kecerdasan artifisial (AI) dan dinilai berkualitas rendah, atau yang disebut 'AI slop'. Pengguna dapat menekan tombol 'Seems like AI slop' untuk menandai unggahan yang terlihat tidak autentik atau sepenuhnya dihasilkan AI. Langkah ini merupakan upaya LinkedIn untuk mengurangi konten buatan mesin yang memenuhi linimasa platform, di mana AI slop merujuk pada konten massal yang minim nilai bagi pembaca.
Fitur laporan ini tidak menghapus unggahan secara otomatis, tetapi digunakan sebagai sinyal untuk melatih dan menyempurnakan sistem AI LinkedIn dalam mengenali konten berkualitas rendah. LinkedIn juga memperkenalkan sistem klasifikasi baru untuk mendeteksi AI slop, sehingga konten yang terdeteksi akan lebih jarang muncul dalam rekomendasi bagi pengguna di luar jaringan. Pengguna yang unggahannya dilaporkan akan menerima notifikasi privat melalui dasbor, membantu mereka memperbaiki cara penulisan dengan membedakan antara penggunaan AI sebagai alat bantu dengan konten yang sepenuhnya dihasilkan mesin.
Selain itu, LinkedIn menarik fitur 'Enhance your post' yang sebelumnya menggunakan AI untuk menulis unggahan, dan menggantinya dengan alat pemeriksa tulisan yang hanya mengoreksi teks tanpa mengubah gaya asli pengguna. Platform ini juga mengklaim telah memblokir ratusan ribu komentar otomatis setiap hari dan jutaan aktivitas otomatis lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Masalah konten AI serupa juga dihadapi oleh platform lain seperti Substack dan Cloudflare.
Bagikan
Berita terkait
8 Tips Melamar Pekerjaan di Era AI
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 08.00
Pria Ini Jadi Detektif di LinkedIn, Temukan 60 Ribu Loker Palsu
Detik.com · 26 September 2026 pukul 05.45
Riset: 73% Gen Z Takut Meminta Bantuan saat Bangun Relasi
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 12.00
Jelita, Inilah Kiat Agar Terlihat Profesional Sejak di Bangku Kuliah
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.20