Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Potensi RI jadi Pemain Antariksa Global, Unggul Dekat Khatulistiwa

Indonesia berpotensi menjadi pemain global di industri antariksa melalui pengembangan Bandar Antariksa Biak. Keunggulan utama terletak pada posisi geografis dekat garis khatulistiwa yang memungkinkan efisiensi biaya peluncuran satelit. Ketua Umum ARIKSA Adi Rahman Adiwoso menjelaskan peluncuran dari Biak dapat menghemat sekitar 5.000 dolar per kilogram muatan dibandingkan lokasi lain seperti India, dengan penghematan mencapai 500.000 dolar untuk muatan 100 kilogram. Penghematan ini berasal dari berkurangnya kebutuhan bahan bakar dan meningkatnya kapasitas muatan satelit.

Adi juga mengusulkan pembentukan Equatorial Alliance, yaitu kerja sama antarnegara khatulistiwa untuk memperkuat posisi dalam industri antariksa global. Usulan ini mendapat respons positif dari sejumlah negara. Sementara itu, pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kepala BRIN menekankan pentingnya dukungan seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga swasta. BRIN menyatakan siap mendukung melalui riset, penguatan kapasitas, penyediaan infrastruktur, serta kolaborasi dengan industri agar Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan geografisnya sebagai pusat aktivitas antariksa di kawasan khatulistiwa.

Berita terkait