Potensi RI jadi Pemain Antariksa Global, Unggul Dekat Khatulistiwa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berpotensi menjadi pemain global di industri antariksa melalui pengembangan Bandar Antariksa Biak. Keunggulan utama terletak pada posisi geografis dekat garis khatulistiwa yang memungkinkan efisiensi biaya peluncuran satelit. Ketua Umum ARIKSA Adi Rahman Adiwoso menjelaskan peluncuran dari Biak dapat menghemat sekitar 5.000 dolar per kilogram muatan dibandingkan lokasi lain seperti India, dengan penghematan mencapai 500.000 dolar untuk muatan 100 kilogram. Penghematan ini berasal dari berkurangnya kebutuhan bahan bakar dan meningkatnya kapasitas muatan satelit.
Adi juga mengusulkan pembentukan Equatorial Alliance, yaitu kerja sama antarnegara khatulistiwa untuk memperkuat posisi dalam industri antariksa global. Usulan ini mendapat respons positif dari sejumlah negara. Sementara itu, pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kepala BRIN menekankan pentingnya dukungan seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga swasta. BRIN menyatakan siap mendukung melalui riset, penguatan kapasitas, penyediaan infrastruktur, serta kolaborasi dengan industri agar Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan geografisnya sebagai pusat aktivitas antariksa di kawasan khatulistiwa.
Bagikan
Berita terkait
Jeff Bezos Kucurkan Miliaran Dolar dari Amazon ke Antariksa, Blue Origin Kini Bernilai USD 130 Milia
JawaPos · 6 Agustus 2026 pukul 22.33
Jepang Siapkan Misi Ambisius ke Bulan Mars, Incar Sampel untuk Ungkap Asal-usul Tata Surya
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 04.15
Harvard Kantongi Saham SpaceX Rp 39,2 Triliun, Raup Cuan dari Elon Musk
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 03.00
Jepang Siapkan Misi Ambil Sampel dari Phobos, Bulan Mars
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.59