Pulau Sempu Tak Hanya Segara Anakan: Ada 366 Jenis Tumbuhan di Dalamnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pulau Sempu, yang sudah ditetapkan sebagai cagar alam sejak 15 Maret 1928, tidak hanya dikenal dengan Segara Anakannya, tetapi juga kaya akan keanekaragaman tumbuhan. Berdasarkan buku 'Keanekaragaman Tumbuhan Pulau Sempu dan Ekosistemnya' yang diterbitkan pada 2018, para peneliti dari Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi LIPI (kini bagian dari BRIN) berhasil mendokumentasikan sejumlah 366 jenis tumbuhan dalam 237 marga dan 94 suku selama penelitian selama lebih dari dua tahun pada 2015-2016. Tumbuhan-tumbuhan tersebut meliputi pohon, semak, liar, bambu, tumbuhan paku, hingga tumbuhan epifit seperti anggrek dan Hoya.
Keanekaragaman tumbuhan Pulau Sempu tergolong tinggi dibandingkan pulau-pulau kecil lain di sekitar Jawa. Buku tersebut juga mengidentifikasi empat ekosistem utama di pulau ini: hutan bakau, hutan pantai, hutan tropis daerah rendah kering, dan danau. Salah satu temuan menarik adalah keberadaan 13 jenis tumbuhan bakau sejati, yang mewakili sekitar setengah dari total jenis bakau di Indonesia. Selain itu, sejumlah empat jenis tumbuhan tercatat dalam Daftar Merah IUCN, dan satu jenis dilindungi berdasarkan peraturan yang ada.
Namun, Pulau Sempu juga menghadapi ancaman dari 15 jenis tumbuhan asing invasif yang tersebar di delapan lokasi, diduga terkait dengan aktivitas manusia termasuk wisata. Temuan ini menekankan pentingnya inventarisasi dan pemantauan berkelanjutan untuk konservasi, karena keberadaan pulau yang kecil tidak selalu berarti keanekaragaman hayatnya pun kecil. Pengetahuan yang terkumpul dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan keanekaragaman hayati di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Ahli Pesimis Piton Burma Bisa DIberantas, Sudah Jadi Predator Ganas
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.40
Kok Tega Sih Bakar Burung Hantu? Hewan Ini Berjasa Besar untuk Lingkungan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 19.01
Menhut Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 18.43
Kemenhut Selamatkan dan Translokasikan Orangutan di Kalbar
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.01