Ramai-Ramai Bakar Uang Buat AI, Dampaknya Mengerikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi infrastruktur AI di Amerika Serikat diproyeksikan menyerap 3,6% PDB tahunan hingga 2032 dengan total nilai melebihi US$10 triliun. Angka ini melampaui skala pembangunan listrik, kereta api, dan internet di masa lalu. Kapasitas pusat data diperkirakan melonjak dari 57 gigawatt menjadi 183 gigawatt dalam tujuh tahun ke depan.
Profesor Stijn Van Nieuwerburgh memperingatkan risiko finansial karena pembiayaan kini melibatkan pihak eksternal seperti bank dan kredit swasta, bukan sekadar kas internal perusahaan teknologi besar. Struktur pembiayaan yang kompleks ini dinilai mirip dengan krisis hipotek subprime 2007-2009. Risiko kerugian besar mengintai jika pendapatan AI tidak terbukti stabil di tengah tingginya utang dan perubahan teknologi yang cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 22.28
Indo Premier Luncurkan IPOT X, Cari Saham Cukup Ngobrol dengan AI
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.00
Microsoft Komitmen Investasi Rp 30 Triliun, Menkomdigi Minta Ini
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.25
Bertemu Microsoft, Menkomdigi Sorot Pengembangan AI di Indonesia
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.40
Microsoft Siapkan Investasi US$1,7 Miliar untuk Cloud dan AI di Indonesia
Berita terkait
Mudahkan Analisis Saham, Indo Premier Sekuritas Hadirkan IPOT X Berbasis AI
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 01.54
Danantara Gandeng Thales, AI hingga Keamanan Siber Jadi Bidikan Investasi
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 21.47
Indo Premier Luncurkan IPOT X, Platform Investasi Berbasis AI
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 14.41
Siapkan US$4,5 Miliar, Raksasa AI Nvidia Incar Industri Data Center di Batam
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.49