Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI

Presiden AS Donald Trump resmi mengubah istilah Artificial Intelligence (AI) menjadi Super Intelligence (SI) setelah pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Washington. Trump mengklaim perubahan ini lebih akurat, dan Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan menghormati keputusan nomenklatur tersebut.

Selain perubahan istilah, kedua negara sepakat membentuk saluran komunikasi khusus untuk mengelola insiden teknologi SI di masa depan. Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan: Trump cenderung mengabaikan ancaman eksistensial SI, sementara Xi Jinping menekankan pentingnya kendali penuh manusia atas teknologi tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait