Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump resmi mengubah istilah Artificial Intelligence (AI) menjadi Super Intelligence (SI) setelah pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di Washington. Trump mengklaim perubahan ini lebih akurat, dan Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan menghormati keputusan nomenklatur tersebut.
Selain perubahan istilah, kedua negara sepakat membentuk saluran komunikasi khusus untuk mengelola insiden teknologi SI di masa depan. Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan: Trump cenderung mengabaikan ancaman eksistensial SI, sementara Xi Jinping menekankan pentingnya kendali penuh manusia atas teknologi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.33
Usai Lawatan Xi Jinping, China Kirim 2 Panda 'Ping Ping-Fu Shuang' ke AS
Detik.com · 27 September 2026 pukul 10.22
Balas Trump, Iran Tegaskan Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 09.40
Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping: Pangkas Tarif Barang Rp537 Triliun, Buka Dialog AI
Detik.com · 27 September 2026 pukul 08.15
Trump Klaim Xi Jinping Setuju AI Diganti jadi 'Super Intelligence'
Berita terkait
Momen Langka Trump Sambut Xi Jinping di Bandara, Pesawat Pengebom Melintas
Detik.com · 24 September 2026 pukul 06.15
Trump Bentuk Satgas AI, Kini Cari Calon Kaisarnya
Detik.com · 21 September 2026 pukul 18.06
Trump Mau Bentuk Pasukan AI, Tunjuk Pimpinannya Sebagai Kaisar
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 19.15
Donald Trump Lempar Peringatan Keras ke Xi Jinping! Minta Tiongkok Jangan Coba-coba Bantu Iran!
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 18.44