Ribuan ATM Tutup Bersamaan, Bangkrut Gara-Gara Aturan Baru Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin Depot, perusahaan penyedia ATM Bitcoin yang terdaftar di bursa Nasdaq, mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan AS, Texas. Pengajuan ini dilakukan secara sukarela dan akan diikuti dengan penutupan operasional serta penjualan aset sesuai ketentuan hukum. Seluruh jaringan ATM milik perusahaan yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia—sebelumnya lebih dari 9.200 kios—kini dilaporkan sudah tidak aktif atau offline.
Kondisi keuangan Bitcoin Depot tercatat mengalami penurunan signifikan. Pada kuartal I 2026, pendapatan perusahaan turun hingga 49% secara tahun-ke-tahun, sementara kerugian mencapai US$9,5 juta setelah sebelumnya mencatat laba US$12,2 juta. Laba kotor juga anjlok hingga 85% hingga US$45 juta. CEO Alex Holmes menyalahkan regulasi yang semakin ketat, termasuk batasan transaksi baru dan larangan operasional BTM di beberapa yurisdiksi, sebagai faktor utama kegagalan bisnis.
Bitcoin Depot juga sedang menghadapi gugatan tingkat tinggi dari jaksa agung di Massachusetts dan Iowa atas tuduhan memfasilitasi penipuan kripto. Penipuan ATM kripto mencapai kerugian sebesar US$389 juta pada tahun lalu, naik 58% dari 2024, yang menambah tekanan dari regulator. Entitas di Kanada telah dimasukkan ke dalam proses kebangkrutan, sementara entitas non-AS lainnya akan ditutup secara bertahap sesuai peraturan setempat.
Bagikan
Berita terkait
Merger dengan Perusahaan AI, GoPro Selamat Dari Kebangkrutan
Detik.com · 4 September 2026 pukul 12.00
Trump Bidik Stablecoin Jadi Sumber Duit Baru, Bakal Terbang?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.45
Bitcoin Naik 24,3% dalam Sepekan, Investor Cermati Regulasi Kripto AS
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 20.00
Google Beli Data Spirit Airlines Senilai 10 Juta Dolar AS untuk Latih Model AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 13.05