Ribuan Buruh Bersatu Tak Cuma Minta Naik Gaji, Begini Hasilnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pekerja produsen chip SK Hynix di Korea Selatan akan menerima setidaknya 60% dari bonus tahun 2026 dalam bentuk saham, menandai perubahan dari skema pembayaran uang tunai sebelumnya. Bonus rata-rata diperkirakan mencapai 779 juta won (sekitar Rp9,9 miliar). Skema pembagian meliputi 40% uang tunai, 40% saham, dan 20% saham sebagai kompensasi yang ditangguhkan (setengahnya dicairkan setahun kemudian, sisanya dua tahun kemudian). Kesepakatan ini juga mencakup kenaikan gaji pokok 6,2% dan klausul penangpon bonus hingga 3% jika perusahaan rugi. Serikat dan manajemen mencapai kesepakatan ini secara mandiri tanpa mediasi eksternal.
Serikat buruh baru diluncurkan pada 13 Agustus 2026 untuk menyatukan karyawan dari berbagai divisi dan lokasi, dengan hampir 2.500 pekerja terdaftar. Berbeda dengan serikat lama yang terkotak-kotak, serikat baru ini mewakili seluruh karyawan termasuk buruh pabrik di Icheon dan Cheongju, staf teknis, dan kantor. Target mereka adalah menggaet lebih dari 50% total tenaga kerja (sekitar 35.000 karyawan) agar menjadi serikat mayoritas.
Ketegangan muncul ketika manajemen awalnya mengusulkan mengalihkan sebagian besar bonus ke saham, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengalokasikan 10% laba operasional sebagai bonus tunai. Para investor khawatir alokasi ini dapat mengurangi dana investasi perusahaan dan menurunkan imbal hasil bagi pemegang saham. Samsung Electronics, pesaing utama SK Hynix, juga mencapai kesepakatan serupa dengan alokasi 10,5% laba operasional divisi semikonduknya sebagai bonus saham dengan lock-up period.
Bagikan
Berita terkait
Ribuan Buruh Bersatu, Bukan Cuma Minta Naik Gaji dan Bonus
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.40
Karyawan Biasa Dipenjara Gara-Gara Kasih Tahu Soal Ini ke China
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.45
Naik17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26
Naik 17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26