Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RS Mitra Keluarga Pakai AI dari AWS, Jadi Asisten Kerja Dokter

RS Mitra Keluarga memanfaatkan AI generatif untuk mendukung operasional rumah sakit, namun tantangan utama adalah kekhawatiran tenaga kesehatan bahwa AI akan menggantikan pekerjaan mereka. CIO Mitra Keluarga, Yosep Sutrisno, menegaskan AI dikembangkan bukan untuk menggantikan dokter, perawat, atau tenaga kesehatan lain, melainkan untuk meningkatkan kualitas layanan dengan memberi lebih banyak waktu bagi dokter berinteraksi dengan pasien. AI membantu merangkum informasi medis seperti riwayat diagnosis dan obat, tetapi keputusan medis tetap di tangan dokter.

Dalam tahap awal transformasi digital, RS Mitra Keluarga menggunakan Amazon Bedrock dari AWS untuk dua kebutuhan. Pertama, asisten AI bernama Nara mempercepat rekrutmen dengan menyaring resume pelamar, menghemat lebih dari 2.300 jam kerja tim HR per tahun, sementara keputusan akhir tetap di tim HR. Kedua, asisten pemrograman Kiro mempercepat pengembangan perangkat lunak internal; aplikasi manajemen fasilitas yang semula tiga bulan kini selesai dalam satu bulan, dan perbaikan sistem rekam medis dari satu minggu menjadi satu hingga dua hari.

Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni, menyatakan efisiensi ini bertujuan mengembalikan waktu tenaga kesehatan untuk melayani pasien. Selain teknologi, RS Mitra Keluarga mengubah pola pikir tenaga medis dengan melibatkan dokter senior dan muda yang paham AI sebagai agent of change untuk menjelaskan bahwa AI membantu, bukan menggantikan tugas mereka. AI akan terus diperluas penggunaannya, tetapi tetap sebagai alat bantu; keputusan medis sepenuhnya berada di tangan dokter.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait