Rusia Pasang Pengacau Sinyal Starlink untuk Cegah Drone Ukraina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia memperkenalkan sistem perang elektronik baru bernama Volna Kupol Garant untuk mengganggu jaringan internet Starlink. Sistem ini menyerang langsung ke satelit menggunakan sinyal radio berkekuatan tinggi, bukan terminal di darat, sehingga komunikasi terganggu sementara tanpa merusak fisik wahana antariksa. Tujuannya adalah mencegah satelit menerima sinyal dari pengguna di area operasional.
Volna Kupol Garant menggunakan sinyal radio frekuensi tinggi gelombang sempit untuk membebani antena penerima satelit Starlink, menyebabkan satelit 'buta' sementara. Gangguan ini membutuhkan waktu pemulihan beberapa menit. Sistem mampu memicu gangguan pada delapan pita transmisi data Starlink masing-masing 62,5 MHz dan menciptakan zona gangguan hingga 20 kilometer persegi. Dilengkapi enam modul beroda dengan antena yang fleksibel, sistem ini dapat dipasang di berbagai medan.
Langkah ini merupakan respons Rusia terhadap serangan drone Ukraina yang mengandalkan Starlink untuk kendali jarak jauh. Drone Ukraina telah berhasil mengincar jalur pasokan dan fasilitas militer Rusia, mengganggu logistik. Sistem Volna Kupol Garant adalah bagian dari upaya Rusia untuk meredam serangan tersebut melalui pengacauan sinyal elektronik canggih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.53
Drone Ukraina Hantam Resor Rusia di Laut Hitam, 6 Orang Tewas
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.04
Presiden Ukraina Dekati Trump dan Minta Tolong Bujuk Elon Musk, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.10
Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 16.37
Rudal Pencegat Patriot Ukraina Habis Jadi Kesempatan Emas bagi Rusia Bombardir Kyiv
Berita terkait
Elon Musk Cegah Ukraina Gunakan Starlink untuk Menyerang Rusia
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 17.25
Misteri Stasiun Starlink di Polandia Terbakar, Ulah Rusia?
Detik.com · 25 September 2026 pukul 19.00
Rusia Janji Balas Dendam usai Dihujani Lebih dari 1.600 Drone Ukraina
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 10.39
Rusia Akan Tingkatkan Serangan ke Ukraina Usai Dibombardir 1.600 Drone
kumparan · 21 September 2026 pukul 08.26