Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rusia melalui Dinas Keamanan Federal (FSB) memasukkan pendiri Telegram, Pavel Durov, ke daftar buronan internasional. Durov dituding memfasilitasi terorisme dengan menyediakan platform Telegram yang digunakan oleh mata-mata Ukraina untuk aktivitas ilegal. Saat ini, Durov berbasis di Dubai, namun laporan terakhir menyebutnya berada di Georgia. FSB mengklaim Telegram digunakan untuk mengatur serangan di Rusia, termasuk melalui chatbot seperti Daivinchik/Leo yang direkayasa untuk merekrut pemuda Rusia dengan modus kencan palsu. Para rekrut diduga melakukan sabotase dan serangan terhadap infrastruktur serta petugas penegak hukum. Dalam setahun terakhir, FSB berhasil menangkap 46 warga Rusia berusia 12 hingga 22 tahun yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.53
Drone Ukraina Hantam Resor Rusia di Laut Hitam, 6 Orang Tewas
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.00
Rusia Pasang Pengacau Sinyal Starlink untuk Cegah Drone Ukraina
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 17.45
Australia Gugat Telegram, Tuding Biarkan Konten Terorisme
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 06.55
Seorang Wanita Ledakkan Bom di Restoran Moskow, 3 Orang Tewas, 21 Luka
Berita terkait
46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.50
Bisa Bom Rumah Putin, Ini Kecanggihan Rudal Buatan Ukraina
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.40
Bisnis Perang dengan Rusia, Hujan Duit Buat Diktator Korut
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.10
Drone Ukraina Hancurkan Sistem Rudal S-400 Pelindung Istana Mewah Putin, Pukulan Telak bagi Rusia
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 07.57