Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin

Rusia melalui Dinas Keamanan Federal (FSB) memasukkan pendiri Telegram, Pavel Durov, ke daftar buronan internasional. Durov dituding memfasilitasi terorisme dengan menyediakan platform Telegram yang digunakan oleh mata-mata Ukraina untuk aktivitas ilegal. Saat ini, Durov berbasis di Dubai, namun laporan terakhir menyebutnya berada di Georgia. FSB mengklaim Telegram digunakan untuk mengatur serangan di Rusia, termasuk melalui chatbot seperti Daivinchik/Leo yang direkayasa untuk merekrut pemuda Rusia dengan modus kencan palsu. Para rekrut diduga melakukan sabotase dan serangan terhadap infrastruktur serta petugas penegak hukum. Dalam setahun terakhir, FSB berhasil menangkap 46 warga Rusia berusia 12 hingga 22 tahun yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait