Rusia Peringatkan Inggris Buntut Serangan Drone Kamikaze Canggih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ukraina meluncurkan 637 drone ke Moskow pada Selasa malam hingga Rabu pagi, menjadi salah satu serangan jarak jauh terbesar di wilayah tersebut sejak perang dimulai. Rusia mengklaim 180 drone tumbang di Moskow dan lebih dari 150 lainnya dicegat, sementara sebuah gedung bertingkat dan gudang milik Wildberries dikepala api. Kemenhan Ukraina menyatakan mereka telah menyerang pabrik dan gudang Wildberries intensif selama seminggu terakhir, menumpahkan tujuh dari 10 fasilitas logistik terbesar perusahaan tersebut. Tidak ada laporan korban jiwa, namun ada beberapa warga luka-luka. Sekitar 60% drone Ukraina diproduksi oleh Fire Point, perusahaan domestik yang dikoordinasi oleh Iryna Terekh, arsitek yang beralih profesi dan menggunakan keahlian desainnya untuk merakit senjata secara manual. Meskipun Ukraina merakit sebagian besar drone tempurnya, pejabat Rusia menemukan drone buatan Inggris dalam puing-puing yang ditemukan. Guna-bunyi tersebut adalah drone Nyan buatan anak perusahaan BAE Systems, yang dilaporkan menyerang fasilitas kilang minyak di Volgograd dan Yaroslavl. Drone satu arah ini mampu menjangkau lebih dari 250 km dengan kecepatan 222 km/jam, dan sistem ini telah diuji pada Latihan Spring Storm di Estonia sebagai bagian dari kemampuan serangan jarak jauh Inggris untuk mendukung NATO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 04.40
Rusia Ancam Serang Inggris, Akankah NATO Hidupkan Pasal 5?
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 18.35
Ada Intervensi Inggris dalam Serangan Ribuan Drone Ukraina ke Moskow
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
Mantan Menhan Ukraina: Demokrasi Tidak Boleh Disandera Rusia
Berita terkait
Sengit, 620 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.16
201 Drone Ukraina Serbu Moskow, Rusia Bombardir Kyiv
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.25
Inggris Janji Dukung Ukraina 100 Persen Usai Diancam Rusia Soal Serangan Drone
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 04.37
Moskow Murka Drone Buatan Inggris Hantam Rusia: 'Mereka Akan Bayar Mahal!'
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.22