Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Saking Panasnya, Unta di Afrika Tak Tahan Sampai Ada yang Mati

Fenomena suhu panas ekstrem di Afrika telah memengaruhi kawanan unta, hewan yang umumnya tahan panas. Di Ethiopia, pengembala Umer melaporkan 8 anak unta mati dari 500 ekornya dalam sebulan akibat panas ekstrem, dengan gejala seperti kaki melepuh, mata berair, dan kulit terbakar oleh pasir panas. Panas juga menyebabkan penghilangan air, vegetasi, dan berkurangnya area berteduh. Studi 2025 di Ethiopia Selatan menunjukkan dampak buruk suhu tinggi pada kesehatan unta.

Di Somalia, kematian unta akibat kekeringan dalam krisis yang meluas berdampak pada 46% rumah tangga pemilik unta. Di Kenya, dokter hewan Hassan Nuya Guyo melaporkan peningkatan kematian unta lebih dari 15% dalam dua tahun terakhir, dengan peningkatan kasus hipertermia dan infeksi.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat gelombang panas dengan tren kenaikan sejak 1981. Pada 2024, suhu di Afrika Utara dan Timur Tengah mencapai di atas 50 derajat Celcius. Afrika Utara mengalami pemanasan tercepat dengan laju 0,43 derajat Celcius per dekade selama 1991 hingga 2025.

Berita terkait